Sakura no Sekai: Mafia Visual Kei (Konspirasisi Terselubung)
Image
New Post on Sakura no Sekai

Friday, December 16, 2011

Home » » Mafia Visual Kei (Konspirasisi Terselubung)

Mafia Visual Kei (Konspirasisi Terselubung)



Sejarah "asli" Visual Kei


Sekitar 1983 ada scene baru yang menggabungkan musik barat kaya' LA hair metal, gothic, punk dengan budaya sendiri yaitu shojo manga ( komik cewe, mata berbinar-binar, cowok cantik pegang mawar, dsb ) pengaruh manga ini nantinya diaplikasikan pada penampilan mereka dan juga aksi panggungnya, saling ciuman, peluk-pelukan, grepe-grepe perut

Awalnya scene ini hanya ada di kota besar, musisi yang terlibat didalamnya sangat fanatik dan "niat" sampe-sampe ada yang membuat label rekaman sendiri ( yoshiki dari X japan dengan extacy records). lama-kelamaan scene ini semakin besar dan berhasil menarik perhatian label rekaman yang lemudian menjadikannya sebagai fenomena di industri musik jepang. sebagai trade-off nya band yag bermain di scene ini harus mengikuti aturan yg dibuat label

Band-band terbaik ada di tahun 93-99, bener-bener booming nya ( diekspose besar-besaran di berbagai majalah, talkshow TV nasional ) pada 97-99. dan baru mendapat perhatian internasional pada 2000-an setelah di jepang sendiri udah selese boomingnya

Thema lirik: yang sadis-sadis, dark, suicide dsb, cocok buat remaja lah, kaya' emo jaman sekarang

Koneksi dan total kontrol: total kontrol disini bisa diibaratkan dengan "one stop fame shop" kalo km pengen sukses dan terkenal, km hanya perlu kesini, semua ada, ga perlu ke toko yang lain

Band kamu butuh kostum? clothing brand kami bakal menyediakannya untuk mu, butuh publikasi? kita punya TV kabel kita sendiri, majalah dan juga program radio. semua band besar disponsori oleh ESP guitars yang bisa membuat gitar/bass custom model sesuai keinginan sang gitaris. semua koneksi ini dimiliki oleh orang yang sama tapi tentu saja disamarkan untuk menghindari dugaan monopoli

Label rekaman besar dipecah menjadi banyak label rekaman kecil di tiap-tiap kota, dengan image dan konsep yang berbeda-beda supaya makin tersamar. cukup berguna waktu band-band dari label induk melakukan tour ke berbagai kota. itung-itung semacem buka cabang

The Fun Part: Interview!

Bisa dijelaskan bagaimana struktur di industri visual kei?

Yoshiki adalah eksekutif produsernya, atau sang big boss. dia sekarang cuma ngasih arahan secara garis besar aja. yang memegang kendali di lapangan adalah dynamite tommy ( yang beberapa waktu lalu berurusan di pengadilan soal kasus manipulasi dana pembuatan promotional video )

meskipun yoshiki dan dynamite tommy ada di induk rekaman yang berbeda?

ya! sebenarnya mereka selalu bekerja sama sejak tahun 85. yoshiki berasal dari chiba, dan dynamite tommy dari osaka. jadi yoshiki mengurusi bisnis tommy di daerah timur dan tommy mengurusi bisnis yoshiki di daerah barat

secara yoshiki adalah drummer dari x japan, penemu visual rock, x japan selalu mendapatkan kontrak terbaik, mereka benar-benar tahu apa yang harus dikerjakan supaya bisa berada di puncak. mereka mengajari orang lain, musisi lain yang bekerja untuk mereka hingga beberapa dari mereka mendirikan label rekaman sendiri yang lebih kecil, tentunya semua dibawah kendali extacy records

pada awalnya ada rasa rivalitas diantara yoshiki dan tommy, tapi ga lama mereka jadi teman dekat dan menyadari kalo dg bekerja sama mereka bisa dapet lebih banyak uang. menggunakan sistem yang sama persis ama yg dipake yakuza: mengontrol wilayah yang berbeda tapi bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan maksimum. aku mengurusi bisnismu di wilayahku dan kamu mengurusi bisnis ku di wilayahmu, jadilah extacy records dan free-will ini bekerja sama. didukung oleh Yasuhiro ( bukan musisi ) pemilik label rekaman juga, live house, record store, management company. sooo jadilah visual kei interprise ini yang kemudian dilengkapi, fashion studio, video companies, magazine dll


Yoshiki The Godfather of Visual Kei

location: Chiba
label: Extasy Records ( indies label: X japan, Luna Sea, Gilles de Reis, etc)
Platinuum ( major label: Glay, International Licenses )


3 orang top mafia ini ( yoshiki, tommy, yasuhiro ) punya hak untuk membuka label rekaman sebanyak mungkin, sepanjang siapa aja di dalam "family" tahu siapa punya apa. dan kalo mau menghindari pajak, yang perlu dilakukan adalah sengaja bangkrut!. labelnya tiba-tiba saja menghilang dan ga lama kemudian muncul lagi label yg baru ( masi inget kan kisaki nutup matina recods terus tiba-tiba aja muncul undercode ) ijin juga diberikan kepada beberapa musisi terpilih untuk membuka label rekaman kecil sendiri. setiap band biasanya punya satu member pintar yang setelah beberapa tahun jadi pekerja, ingin membuka label rekaman sendiri. pengalamannya selama di band membuat dia kenal banyak orang di bisnis ini, jadi semuanya tinggal jalan aja asalkan ijin dari bos diatas dah turun. dengan cara ini mereka bisa menguasai seluruh wilayah nasional



apa maksudnya ijin?



jadi anak band itu dateng ke salah satu label induk dan meminta ijin. dengan ijin ini berarti label visual besar nantinya ga akan menutup label yang akan dia buat. ato contoh prakteknya, orang dari label besar ini ga akan ke retailer / live house dan bilang "kalo kamu melakukan bisnis ama label ini, kamu ga bakal bisa bikin deal ama band kita!"



setelah mendapat ijin, label yang lebih kecil harus mendukung semua band yg ada di label rekaman induk itu di wilayahnya sendiri. selain itu mereka juga harus membagi keuntungannya dengan label induk



apakah anak band itu pake duitnya sendiri untuk buka label, atau dapet duit dari label induk?



keduanya, pake uang sendiri dulu, sisanya pinjam dari label induk. tapi ga ada istilah kamu bisa melunasi hutangmu ke label induk! kamu selamanya akan jadi pegawai mereka, meskipun kelihatannya kamu yang menjalankan label sendiri. lagipula hak untuk menjual ( publish ) lagu ada di tangan label induk. sebagian royaltinya nanti diberikan kepada produser



apa itu produser?



dalam dunia vk ini, produser adalah orang yang mengkonsep band itu, membuat semua lagu dan liriknya. dalam setiap label pasti ada seorang pintar yang membuat semuanya dan bertanggungjawab atas semua bagian kreatif. mayoritas dari produser ini memakai drugs



supaya kreatif?



ngga, soalnya mereka ga punya waktu untuk tidur



di labelmu, produser ini bertanggung jawab atas berapa band?



sepuluh band



dan mereka semua dibikinin satu album setiap tahun?



lebih dari itu



gimana proses pembuatan lagunya?



label punya studio di kantornya, si produser biasanya main gitar terus merekam part gitar itu, kemudian member band datang mendengarkan dan belajar memainkannya. tentu saja ada beberapa band yang udah cukup senior dan berpengalaman jadi mereka bisa membuat lagunya sendiri, dan si produser cukup mempoles dikit, ato dia hanya bikin liriknya.



tapi kebanyakan band ga bisa bikin lagu, mereka baru 17, 18 tahun, biasanya ex berandalan, atau anak-anak yg drop out dari sekolah "they’re pretty helpless" kalo kamu pintar kamu ga akan tanda tangan kontrak dengan label macam itu, tapi visual bands... mereka ga tau caranya me manage sebuah band, atau kalaupun mereka tau, mereka ga punya koneksi buat bermain di level profesional



salah satu contohnya soal live houses. kalo kamu ga di label, kamu harus ikut audisi, yang artinya kamu cuma punya kesempatan main di selasa malam dimana ga ada orang yang nonton. yang ada hanya orang-orang dari live houses bengong ngeliatin km main. kalo kamu kekeuh tetep melakukannya sampe 3 atau 4 kali di setiap main live house, mungkin salah satu dari live house itu akan menaruh iba ke kamu dan ngasi kesempatan weekend gig. tapi kalo kamu menerima tawaran itu berarti kamu punya hutang budi ke live house tersebut, kamu ga bisa main di tempat lain. ada semacam virtual kontrak nya, kesepakatan tak tertulis ala yakuza



tapi kalo km ikut label ( ingat kalo label kecil pun terkoneksi ke label besar ) kamu ga perlu pusing-pusing lagi, label akan mengurus show nya, publikasi di majalah, bahkan script MC-ing di sela-sela lagu jadi kamu ga kedengeran kaya' orang idiot. mereka akan mengurus semuanya! mereka memperlakukanmu seolah-olah kamu adalah bagian dari family mereka, jadi kenapa kamu masih harus menuntut uang? mengapa kamu nantinya ingin keluar dari family? setelah semua yang telah mereka lakukan untuk mu?


oiya satu lagi, di CD jaket selalu ada credits yang menyebutkan gitarisnya bikin lagu ini, vokalisnya bikin lagu itu dll, semuanya bohong, hanya fantasy untuk fans aja. copyright dan lisensi JASRAC dipengang oleh produser atau label induk



Dynamite Tommy The Bigg Boss of Visual Kei
Location: Osaka Label: FREE-WILL ( undercode, matina, visual trap, PS company, Death trap, Speed-disk, S'Cube, Sherow Artist Society, A Heretic sound music)


bisa digambarkan bagaimana kantornya?


ada 4 atau 5 kantor di sebuah gedung besar ( apartemen yg diubah ) masing-masing kantor punya tugas sendiri2, recording studio, kantor label, clothes, graphic design. produser biasanya wara-wiri dari satu kantor ke kantor yg lain kerena dia yang bertanggung jawab atas semuanya

bukan pemilik label?

bukan, tapi biasanya di label2 di kota kecil, pemilik label merangkap juga sebagai produser. pemilik label biasanya yang mengkonsep dan bikin ide ( band baru, strategi promosi dll ), sementara produsernya bertugas merealisasikannya dan memastikan semuanya dikerjakan dengan benar, yang mana adalah tugas yang sulit secara bawahan mereka biasanya bukanlah orang yang pintar. biasanya mereka semua tipe2 ex-mafia, berandalan, boxer, orang-orang dengan catatan kriminal, jail record dan kemungkinan inilah desk job mereka yang pertama. all kind of bad boys

Kejahatan finansial

selain "bangkrut palsu" apalagi kejahatan finansial yang biasa dilakukan orang2 di label?

tentu saja money laundering

maksudnya?

katakanlah kamu ini seorang yakuza dan punya 1 juta dollar, kamu ga bisa pake uang itu karena kotor, kamu bisa tertangkap kalo melakukannya, jadi kamu tetap menyimpannya di balik kasur ( kasur lol). tapi kalo kamu memakai uang itu untuk investasi di bisnis yang legal, idealnya di bisnis yang berurusan dengan banyak uang. bukan hanya kamu akan mendapatkan profit yang sah, tapi kamu juga bisa "mencuci" uang kotor tadi dengan menyembunyikannya di profit dari bisnismu yang sah itu

seperti misalnya saya jual 1000 records, harga satunya $10 ( dapet duit $10.000 ) tapi aku mengaku telah menjual 4000 records. nanti kekurangan $30.000 diambil dari duit di balik kasur itu dan dimasukan ke bank sebagai bagian dari pemasukan perusahaan. semacam itu?

iya, itu versi gampangannya. selain itu, karena label rekaman adalah pemilik semua bisnis yg terkait dengannya ( music video company, clothing company, production company, studio, magazine ) jadi kamu bisa dapet uang gratis dari manipulasi kontrak

maksudnya?

katakanlah kamu akan merekam sebuah album, kamu adalah "pemilik bayangan" dari label dan studio itu, biaya pembuatan albumnya $10.000. tapi studio itu minta bayaran ke label $20.000. jadi kamu bisa pulang ke rumah dengan mengantongi tambahan $10.000. sekarang kalikan aja taktik ini dengan setiap transaksi yang terjadi di bisnis entertainment ( seperti yg kita tau dynamite tommy kemaren2 dibawa ke persidangan karena kasus semacam ini )

tapi kan pada dasarnya mereka hanya "merampok" uangnya sendiri??

iya tapi hal seperti itu bisa digunakan untuk mengurangi tanggungan pajak ( pengeluaran perusahaan dibikin membengkak ). dan daripada menghabiskan uangnya untuk sebuah music video kan lebih baik dipake buat pengeluaran pribadi. jadi itu bisa dibilang keuntungan kan?




Yasuhiro FujiwaraLocation: Tokyo
Label: Tear's music, M-EPS, Enamel, Holiday, live house franchise, records shop

notes: Multiple Businessman

FANS

apa komentar band-band ini tentang fans mereka

jujur aja kita sering menertawakan mereka. ya bisa dibilang, yang selalu jadi bahan pembicaraaan adalah "siapa yang punya fans yg paling aneh"

apa band ini menganggap fans mereka sexy? menyebalkan? atau hanya aneh?

semuanya! tergantung fans nya kan. kadang2 musisi ini jatuh cinta dengan fansnya, meskipun ga selalu. yang pasti terjadi adalah frustasi yg berkelanjutan! pada awalnya bands ingin punya fans, mereka melakukan apapun untuk mendapantkan fans. saat band ini menjadi besar mereka menyadari klo fans ini ga begitu pintar atau menarik lagi

ada beberapa kelompok fans, cewe2 yang nongkrong sebelum show dimulai, bikin koreografi para-para, mencoba mengetahui rahasia para member band. fans2 ini juga bisa aggresif kepada fans band lain di show yg sama, atau ce2 yang mereka anggap "fake" fans

band apa yang dikenal punya fans paling maniak / ganas?

hampir setiap band punya hardcore follower. tapi kalo kita bicara soal "bad fan" band yang ada di pikiran saya adalah mirage, malice mizer, kuroyume

apakah fans pernah menyerang band?


ngga, tapi pernah juga beberapa kali. biasanya hanya sekelompok kecil cewe yang dibentuk untuk membenci band tertentu, biasanya karena mereka merasa band A adalah rival dari band B yang mereka dukung. di industri ini kami menyebutnya アンティファン ( ANTI-FANS )

WTF?? ini pasti cuma ada di jepang

bisa dibilang ini adalah keunikan dari visual kei. indie label lain ga punya anti-fans

apa yang mereka lakukan?
seperti yang kamu duga lah, mereka akan bikin BBS dan bahas seberapa benci mereka terhadap band itu dan kemudian mereka akan nge-flame ke BBS fans band itu dan bilang hal semacam "you must die!!" lol

wow perang! apakah pernah ada perkelahian secara fisik?

ya pernah ada juga, tapi jarang terjadi, soalnya para anti-fans ini ga mungkin mau keluar duit untuk dateng ke show band yang mereka benci! perkelahian serius malah lebih sering terjadi antar sesama fans, untuk menentukan siapa yang jadi "best fans" orang yang benar-benar memahami band itu

FANS DAN FANTASY

bisakah kamu cerita bagaimana label membuat wall antara band dan fans nya?

no photos, no recording, no talking to the band. menjaga fantasy adalah prioritas utama. kalo ga ada fantasy, band itu ga akan pernah bisa jadi besar. kalo mereka bicara dengan fans nya, dan fans nya tau kalo idola mereka ini kerja di shift malem convenient store seven eleven, makan ramen dan main judi pachinko, maka image "vampir prancis luar angkasa bisexual abad ke-17" nya akan berantakan

apa lagi yang dilakukan label untuk mendapat keuntungan lebih?

yang utama adalah segala sesuatu tentang "limited-edition" one-time-only press. dan ini ngga hanya terjadi di scene visual, semua pop scene jepang melakukannya. seperti contohnya " ini kami mengeluarkan photo set terbatas, hanya 300 kopi, dan kita ga akan pernah ngejualnya lagi! hanya hari ini!!. kadang dilengkapi dengan bonus CD yang isinya pesan dari band untuk fans nya

inget Velvet Eden? ratu dengan sayap kelelawar 4 feet dan kuku vampir sepanjang kaki. dia sekarang bekerja di FREEWILL records sebagai graphic designer. ak inget dulu pernah terkejut melihat dia kerena pake rok yang sangat pendek, kemaluannya menonjol keluar. ini hal yang aneh, karena seharusnya visual band itu ga punya gender, mereka bukan pria atau wanita. ide awalnya adalah menciptakan band yang diisi oleh makhluk2 magis, mereka ngga berada di alam yang sama dengan fans. mereka ga punya tanggungan hidup, ga punya pacar, orang tua, ga punya van yang bau. fans ga mau memikirkan tentang itu! mereka ingin impian ( bukan wanita ataupun pria ) fairy-tale. dan juga bukan soal permainan gitar yang melulu main di mode lydian

PESTA

bisa cerita tentang after-parties nya gimana?

tentu, ada dua jenis pesta yang berbeda, publik parties dan industy parties. pertama ak akan cerita soal publik parties dulu. jadi kamu punya sebuah band, biasanya sedang dalam tour. kelelahan. setelah show yang besar, dimana ada banyak fans yang dateng, mereka akan menyewa sebuah tempat ( biasanya yang dipunyai "family" orang yg dikenal orang dalam. jadi bisa sewa dengan lebih murah) dan mereka mengundang fans2 tertentu yang "ngga berbahaya"

hahaha bagaimana mereka tau?

percayalah mereka tahu. biasanya didasarkan dari obrolan2 sesama member tentang fans saat mereka sedang suntuk "siapa yang punya fans paling gila, paling aneh, dll ". bisa juga didasarkan dari kuisioner yang disebarkan kepada fans saat show. pokoknya mereka tahu lah! khususnya karena pada awal karir mereka hanya punya sedikit fans, mereka sampe hafal namanya

jadi setelah band menjadi besar, "fans original" ini selalu diikut sertakan ke dalam parties? sebagai tanda terimakasih karena membantu band ini mendapatkan apa yng mereka inginkan?

justru sebaliknya!! sebenarnya "original fans" inilah yang paling berbahaya. mereka ingin "melindungi" band dari fans2 baru, yang faktanya adalah orang-orang yang menghasilkan uang untuk label! dan inilah momen saat "original fans" biasanya menjadi sangat agresif, berantem, email flamming, smacking faces. hal-hal yang tidak ingin kamu temui saat after-parties. nantinya fans-fans yang diundang akan membayar pestanya

maksudmu membayar makan minum?

oh bukan, mereka membayar ke label untuk bisa berada di ruang yang sama dengan band. karena itulah kita bikin pesta! untuk mendapatkan uang tambahan dari fans. harganya sama kaya bayar tiket konser, atau paling tidak $40 $50. nantinya band member akan memisah di setiap sudut ruangan dengan pembatas berupa kaca. biasanya fans ada di main room jadi mereka bisa melihat idolanya makan! atau minum! dan setiap 10 menit seorang dari label akan menunjuk salah satu fans yang "safe" atau paling ngga tidak berbahaya untuk masuk ke ruangan member band, dan bilang OK ini giliranmu, silahkan masuk dan makan bersama sebentar

berbahaya bagaimana?


merobek baju! atau hilang kesadaran, pingsan....

hindari yang pingsan, OK

benar. jadi kalo kamu berlaku sopan, kamu bisa ngobrol dengan band untuk 5 atau 10 menit, kaya' kalo di amerika istilahnya apa?

meet and greet?

iya, sama seperti meet and greet, bedanya disini semua mabuk dan waktu menunjukan pukul 5 pagi. dan ini berlangsung sampe sekitar pukul 6 pagi. kemudian setelah semuanya selese, angota band akan meminta nomer telepon fans2 tertentu

untuk diajak bercinta?

ngga, kalo kamu dapet nomer teleponnya, maka dia akan datang ke setiap gigs, beli setiap album, karena dia pikir member band itu menyukainya

wew, itu bener2 trik yang scientific

jaman sekarang mereka bertukar email, tapi tetap saja sebenarnya semua soal kepentingan bisnis. mereka akan mengirim email ke fans itu supaya datang ke shows. jadi inilah yang disebut public parties

dan private party nya?

tentu saja tanpa fans! yang ada hanya bands, mungkin beberapa dari band lain yang satu label, tapi kebanyakan businessman, orang industri, dan gadis2 sexy

kupikir tadi km bilang tanpa fans?

mereka ini prostitute, mereka diajak ikut untuk menghibur, seperti sebuah pabrik yang sedang merawat mesinnya. ini bukan hanya soal seks, mereka harus menghidupkan pesta dengan komentar-komentar yang lucu. ini penting karena ak sebelumnya ga pernah melihat member band terlihat begitu lelah dan bosan seperti yang ada di industri visual ini. dan mereka ga bisa keluar sebelum pukul 6 pagi, kalo kamu menghindar, itu bakal dianggap sebagai tindakan yang melawan label. jadi prostitute ini membuat mereka jadi tahan berada di dalam. setelah pesta mereka bisa having sex kalo mau. tapi melihat betapa lelah dan bosannya tampang mereka. ak ragu kalo mereka sering melakukannya!

BAND MEMBERS

anak-anak band sebenarnya siapa mereka?

mereka sangat muda saat pertama kali bergabung, 17-18 tahun, karena ga akan ada orang yang berpengalaman dalam industri musik akan tanda tangan kontrak dengan label visual! tipikal orangnya adalah berandalan, drop-out, meski ga semuanya seperti itu, tapi yang jelas mereka berasal dari keluarga miskin atau working class. mereka ga harus suka visual / glam, tapi mereka benar-benar suka rock n roll, dan berpikir kalo menjadi rockstar itu menyenangkan

apakah ada anak yang kaget atau keberatan setelah mengetahui persyaratannya: lipstik, cium2an, dll. apakah ada yg bilang "sek bentar boss, temen2 genk motor saya bakal ngejek nih"

ngga, sebelum tanda tangan kontrak, mereka dah tau apa yang bakal mereka lakukan. biasanya mereka ga langsung masuk terus bikin band. mereka memulainya sebagai roadie dulu, dan saat dia udah cukup banyak melihat band2 tampil, dapet banyak pengalaman, maka label akan mempromosikannya sebagai "member band dari band baru" dan kalau band nya ga sukses, dia akan keluar, pindah band, atau bekerja untuk label dengan pekerjaan yang berbeda. mereka lebih cocok disebut sebagai pegawai perusaaan label biasa, yang bekerja melakukan apapun yang mereka bisa untuk membantu label

MEMBUAT BAND

bisa cerita gimana proses pembuatan sebuah band?

biasanya mereka melakukan perburuan. pemilik label akan memilih member paling berbakat dari 3 atau 4 band yang ga jelas juntrungan, ato nasibnya, meyakinkan mereka dengan bilang "band mu ga akan berkembang, keluar aja, kamu satu-satunya yang punya talent disini, gabung aja ke label ku dan akan kubuatkan band yang sebenarnya!" anak band itu bisa aja menolak, dan ngga akan diapa-apain, ga kaya' di film mafia. tapi sering juga si "pemburu" itu tiba-tiba ditengah jalan dicegat member band yang lain sambil bilang "jangan macam-macam dengan vokalis kami!" *POW* *BRAKK*

praktek perburuan member band ini juga yang jadi alasan kenapa begitu banyak band-band kecil yang gonta-ganti personel atau tiba-tiba aja bubar, pada level ini mereka benar-benar belum stabil. ak bisa bikin contoh: DIR EN GREY awalnya dibentuk dari LA:SADIES, kisaki dari osaka mendapat telepon dari label yang bilang "kita butuh kamu untuk band yang lebih besar" kisaki percaya dengan head-hunter itu dan keluar dari la:sadies. jadi yang biasa terjadi bukan para anggota band kumpul terus bilang "ayo kita bikin grup" tapi lebih ke: label ingin membuat band baru dan anggota band bilang OK

jadi biasanya produser bikin konsep dulu terus mencari orang yang cocok untuk mengisi konsep itu?

ngga, biasanya dia dapet musisi terbaik ( dilihat dari popularitas, bukan skill ) dulu baru konsepnya menyusul. kadang-kadang kalo member band yang bersangkutan sudah berpengalaman, dia juga akan ikut membuat konsepnya

btw apa konsep buat band nama-perancis??... l'arc en ciel??

musik dari langit, sesuatu yang light, ethereal, cloudy kind of music. tentu saja sekarang udah ngga, tapi dulu di awal karir mereka semua berbaju putih. beberapa band bahkan sama sekali ga perlu konsep!

hah?


mereka ga butuh konsep original kalo mereka ada di "roadie chain"

maksudnya?

"roadie chain adalah fenomena lain di dunia visual kei, ini salah satu contohnya: KUROYUME adalah sebuah band, beberapa roadie nya membentuk dir en grey yang punya image yang sama. dan roadie DIR EN GREY membentuk band the gazette dan sadie. contoh lain MALICE MIZER punya roadie bernama kamijo, satu tahun kemudian di bikin band sendiri yang bernama LAREINE yang terlihat dan punya musik yang hampir sama dengan malice mizer. kemudian dia membuat label rekaman sendiri bernama ARTIST'S SOCIETY, dan semuanya terdengar seperti malice mizer ( karena dia adalah produsernya, dia yang bikin semua lagunya! )

semuanya bekerja bagaikan mesin fotokopi ( ak percaya inilah alasan stagnansi kreatifitas, semuanya dah mentok di awal 2000, it's all finished )

jadi sekarang kita punya anak2 jalanan, pencari ( pemburu ) bakat, kita beri mereka gitar, kita buatkan konsep, tinggal kontrak!?

pertama-tama, kadang-kadang yang namanya kontrak itu ngga ada, ngga ada yang tertulis, sama seperti di dunia kejahatan, kita ngga tanda tangan diatas surat yang isinya "aku akan bayar hari selasa untuk 4 kilo heroin yang ak beli sekarang" semuanya ga dituangkan di dalam kertas, ngga perlu. kalo ada yang melanggar, siapa aja di industri ini akan tau, dan yang bersangkutan akan masuk blacklist dan ga bisa lagi berurusan di industri yg sama

pelanggarannya berupa apa?


bicara buruk tentang label kepada publik, atau tentang boss!, atau selingkuh dengan pacar boss, ngga tepat waktu, melewatkan acara promosi, meminta royalti, ngotot meminta uang. aturan pertama kamu harus flexibel, dan kedua, jangan banyak tanya

jadi mereka ga dapet duit dari lagu, tapi apa mereka dapet dari live show ato merchandise?

anggota band dapat fasilitas makanan, transportasi, baju panggung. kadang2 ada big-flat yang disewakan untuk mereka, ada juga apartemen 2 kamar yang ditempati sampai 12 orang. untuk urusan uang, band indie ga dapet. mereka dijanjikan akan mendapat uang kalo mereka dapet kontrak major, dan meskipun nantinya mereka dapet kontrak itu, tetep aja mereka ga dapet uang banyak kecuali kalo mereka bener2 band besar. low-rank major band dapet 100.000 yen per bulan ( sekitar Rp.10.000.000,- UMR nya jepang tho? CMIIW ) km bisa dapet uang lebih kalo kerja di 7/11 ( kalo di indonesia mungkin kita bisa ketemu member2 band melayu kerja di indomaret )

keutungan dari live show dibagi ke label dan live houses, keuntungan dari t-shirt jtahnya masuk ke label dan clothing co, label ga akan memasukan member band ke dalam hitung2an pembagian uang

wah pasti berat untuk mereka ya

karena label lah yang telah mengatur hidupmu, mereka adalah keluargamu, butuh bertahun-tahun dan uang yg ngga sedikit buat membuat fan-base. ini adalah investasi yang besar = radio spot, photo shoots, artikel majalah, baju, sewa studio, dll. jadi paling ngga satu-satunya hal yang bisa km lakukan untuk membalas jasa baik mereka adalah dengan tetap anteng dan ngga banyak protes!

kalo band ngga juga menghasilkan uang, berapa lama sampe akhirnya label memutuskan untuk membubarkan mereka?

tergantung, lagipula label selalu butuh band-band kecil untuk menjadi roadies band-band yang lebih besar, jadi memang ada band-band tertentu yang dirancang untuk menjadi band kecil
, itu adalah peran yang dipilihkan oleh family, mereka tetap dipertahankan meskipun menghasilkan sedikit uang. beberapa band lain memang dirancang untuk menjadi besar. tujuan utama nya adalah untuk menjual mereka ke major label

tujuan utamanya untuk dijual ke major label?

ya itu tujuan utamanya! itu adalah sumber keuntungan terbesar dari label!!

bisa dijelaskan?

ngga seperti di barat, dimana sebuah band meninggalkan indie labelnya dan mengikat kontrak dengan warner brothers, atau apalah. disini indie label hanya menjual license atau ijin kepada major untuk merilis satu atau dua album dari band yang bersangkutan, jadi label indie itu masih memiliki band nya, mereka masih me-manage band ini, tapi mereka mendapatkan major advertising dan major distribution! mereka dapet duitnya dimuka, jadi semua resiko kemudian ditanggung oleh major label. meskipun mereka juga tentunya ikut ambil peran di biaya promosi tapi secara penjualannya hampir dipastikan naik. mereka tetap setuju it's worth it!

hmm aku ga pernah mikir sampe ke situ

ya mungkin karena itulah sampe sekarang kamu masih miskin ( lol )

bagaimana kalau band yang sukses itu ingin keluar?

kamu bisa mendapatkan masalah besar kalo itu terjadi

karena keluar?

ya, masalah yang kamu dapatkan bisa berupa di-blacklist oleh industri, atau bisa juga kamu benar-benar diserang oleh tukang pukul label. blacklisting nya bisa sampai bertahun-tahun, kamu ga bisa melakukan gigs meskipun pake nama yang lain!. tapi kalo band yang keluar itu bukan band yang sukses maka itu ngga terlalu dipermasalahkan. penyerangan terhadap member-band ini hanya terjadi di indie scene, band - band major ga mungkin mengalaminya

ok katakanlah kamu menjalankan sebual label kecil dibawah naungan FREEWILL atau extacy, dan diumpamakan sekarang tahun 90 an, berapa band yang bisa sukses? ak ngga bilang soal mereka sampai ke major label, cukup sampai break-even aja, sampai mereka diperbolehkan bikin album selanjutnya

kalo dulu 1 dari 10, sekarang 1 dari 30!! ( pantesan perasaan band baru tambah banyak aja )

BAND LIFESTYLE

aturan utamanya kamu ga boleh punya pacar. kalo band member punya pacar mereka akan punya waktu yang lebih sedikit untuk label, dan juga sang pacar itu akan menggosipkan rahasia-rahasia kepada fans-fans yang lain. selain itu fans yang belum pernah having sex dengan mu adalah fans yang akan terus datang ke live show mu, biasanya kalau kamu udah have sex, mereka akan berhenti datang, semuanya akan berakhir. ini adalah sistem yang sama dengan host clubs

band member tinggal di wilayah tertutup milik perusahaan, karena mereka ga punya uang biasanya mereka ga punya apartemen sendiri, kadang-kadang ada beberapa band yang tinggal bersama-sama di satu tempat. bahkan pada label yang kecil, rumah pemilik label diisi oleh anak2 band yang tidur di lantainya! tapi itu jarang terjadi, dan agak berlebihan, standarnya si 2 orang dari band yang sama berbagi satu apartemen jelek

ok jadi mereka tinggal di apartemen yang sumpek, ga punya uang, apakah mereka diperbolehkan bekerja sampingan?

boleh, tapi biasanya mereka ga punya waktu

di amerika biasanya band melakukan world tour untuk promosi album, kemudian bekerja seperti biasa di sisa tahun itu, sampai mereka berencana merekam album selanjutnya, bagaimana dengan..

ngga, mereka tetap dibuat sibuk selamanya, karena ngga kaya' di amerika, di sini 90% band dibentuk tahun ini juga! mereka perlu benar2 dipromosikan, mereka terus membuat band-band baru, para fans butuh sesuatu yang baru. lagipula kenapa juga sebuah band hanya merilis satu album setahun? itu ga masuk akal

jadi alternatif nya adalah? 3 album setahun? bukankah akan terlalu susah untuk sang produser yang membuat semua lagu untuk 10 band itu?

ngga ngga, kenapa juga kita harus menjual 1 album kalo kita bisa menjual 6 maxi singles dengan masing-masing 2 lagu, kamu bisa menjualnya sepanjang tahun dengan harga 1.500 yen, dan kemudian di akhir tahun semuanya dirilis ulang dengan beberapa filler tracks, itu baru yang disebut full album! kamu menjual masing-masing lagunya dua kali, dan mendapatkan keuntungan 4 kali lipat!

apa itu maxi single?

single biasa isinya 2 lagu, sedangkan maxi single berisi 2 lagu plus sebuah SE atau sound effect, sesuatu yang ga kamu dapatkan dalam album
apa tuh sound effect?

sebuah intro! dan kalo saya bilang intro, maksud saya adalah general MIDI string sound di keyboard yang panjangnya cukup 4 bar dan tentu saja kamu bisa menjual maxi ini berkali-kali, yang pertama dengan photo member band, yang lain dengan bonus CD berisi komentar dari band, dan kesempatan yang lain dengan commemorative sweatband

wow

ya, fenomena ini adalah sesuatu yang istimewa di dunia visual kei, kami menyebutnya dengan "sindrom 1.500" kalo kamu mematok harga 1.500 maka barng yang kamu jual itu bisa dijual berkali-kali

wah kalian memanfaatkan emosi para fangirl!, mereka tahu kalo mereka bisa mendapatkan semua lagunya di album yang akan dikeluarkan nanti, tapi mereka tetap membeli semua rilisan yang mahal itu untuk berkompetisi dengan fans yang lain, dan untuk menarik perhatian para member band!

ya, konsekuensi dari itu adalah para member band itu jadi super sibuk, mempersiapkan rilisan dan juga gigs. ada banyak cerita tentang anggota band yang menjadi prostitute, bagi label hal itu ngga jadi masalah karena sama sekali ga menggunakan uang perusahaan, yang penting mereka ga telat datang ke kantor!

tapi mereka ngga memakai nama rock mereka?

tentunya ngga!! mereka bahkan merubah penampilannya

apa lagi yang dilakukan anak band yang ga punya duit ini?

judi, main pachinko, tricking the machine? apa istilahnya? main curang? tanpa ijasah sma atau gelar diploma mereka memang ga punya banyak pilihan, ada juga beberapa yang kerja shift malam di convenient store

kalo mereka dapet duit banyak dari prostitusi itu mereka kemudian akan keluar?

ngga, keingingan untuk terkenal jauh melebihi kebutuhan akan uang, mereka suka hidup di dunia showbiz, berada di panggung

kamu pernah keluar bareng mereka? offstage

ya!

so mereka kelihatan bagaimana? selain lelah

( laughs )

apakah mereka pake jaket satin?

biasanya ada satu member band yang benar-benar fanatik dengan scene ini dan selalu berdandan glam / goth. tapi yang lain biasanya memakai sneaker dan celana biasa. sebenarnya tergantung labelnya juga

apakah pemilik label atau produser punya barang-barang mewah?

tentu saja! minimal mobil dan rumah bagus, tapi itu hanya berlaku bagi "the big guys", produsernya kebanyakan tinggal di apartemen yang jelek, mereka terkadang dipermainkan oleh perusahaan

oiya saya ingin menambahkan, visual bands, saat mereka baru saja mulai biasanya memakai kostum dan rambut yang heboh, tapi biasanya bukan itu yg mereka inginkan. mereka hanya ingin jadi terkenal dan main musik rock, dandanan mereka terasa sebagai beban, begitu mereka menjadi sukses mereka akan melepaskan semuanya. mereka ingin orang-orang menghargai musiknya, bukan hanya penampilan

source: Tokyo Damage Report